Minggu, 11 Desember 2011

refleksi jurnal belajar kel 3 & 4


kelompok 3
PENGARUH CAHAYA DAN SUHU TERHADAP PROSES PERTUMBUHAN TANAMAN
(LINGKUNGAN ABIOTIK)

Setelah mengikuti diskusi dan mendengarkan penjelasan presentasi kelompok 3 saya dapat menyimpulkan bahwa Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama bagi semua ekosistem. sedangkan lingkungan abiotik meliputi segala sesuatu yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. jelas bahwa cahaya dan segala komponen lingkungan abiotik sangat berpengaruh terhada pertumbuhan tanaman tersebut. tanaman membutuhkan cahaya atau sinar matahari untuk proses fotosintesis, tanah sebagai sumber untuk memperoleh segala unsur hara dll.
Respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran. Lamanya penyinaran relatif antara siang dan malam dalam 24 jam akan mempengaruhi fungsi dari tumbuhan secara luas. Berdasarkan panjang hari, tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
·         Tumbuhan hari pendek
·         Tumbuhan hari panjang
·         Tumbuhan hari sedang
·         Tumbuhan hari netral
·          
kelompok 4
ATMOSFER DAN AIR SEBAGAI LINGKUNGAN ABIOTIK YANG MEMPENGARUHI
EKOLOGI TUMBUH

Dari hasil diskusi dan materi yang telah disampaikan oleh kelompok 4 saya dapat menyimpulkan Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas-gas yang tidak tampak dan tidak berwarna,  dan gas-gas tersebut berupa  : oksigen, nitrogen, argon, karbondioksida meliputi hampir 100% dari udara kering. Pada lapisan atmosfer terbagi menjadi 5 :
1)      Troposfer, berada di porsi paling bawah dari atmosfer bumi.
2)      Stratosfer, merupakan lapisan ke dua dari atmosfer bumi, di bawah troposfer, dan di atas mesosfer.
3)      Mesosfer, merupakan lapisan atmosfer bumi yang jauh di atas stratosfer dan jauh di bawah termosfer.
4)      Termosfer, merupakan lapisan terbesar dari atmosfer bumi, jauh diatas mesosfer dan jauh di bawah exsosfer.
5)      Exsosfer, merupakan lapisan paling atas dari atmosfer bumi
sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Siklus hidrologi bergerak secara kontinue dalam 3 cara yan berbeda yaitu :
1. Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
2. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
3. Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau, makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Secara umum air digolongkan ke dalam 2 jenis yaitu :
          Air tanah ( ground water ) adalah air yang terdapat di bawah permukaan tanah dan tidak dapat dilihat secara langsung. Air tanah ditemukan pada lapisan akifer yaitu lapisan yang bersifat porous (mampu menahan air) dan permeable (mampu memindahkan air).
          Air permukaan (surface water), adalah air yang terdapat di atas permukaan bumi dan tidak terinfiltrasi ke dalam bumi.
Berdasarkan hal tersebut sudah jelas bahwa lingkungan disekitar tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor abiotik berupa atmosfir dan air. banyak sedikitnya air yang diperoleh tanaman juga akan mempengaruhi pertumbuha tanaman.


Minggu, 04 Desember 2011

review presentasi kel 1 & 2


kelompok 1....
PENGERTIAN DASAR DALAM EKOLOGI TUMBUHAN

Ekologi adalah pengkajian hubungan kelompok organisme terhadap lingkungannya. Pendekatan dalam Ekologi tumbuhan yaitu autekologi dan sinekologi.
Contoh kajian autekologi :
      Mempelajari pertumbuhan jenis shorea leprosula dengan pengaruh intensitas cahaya.
      Mempelajari pengaruh mikoriza terhadap pertumbuhan jenis Pinus merkusi
contoh kajian sinekologi : Mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut.
*      Manfaat dan aspek  terapan ekologi tumbuhan  : perairan, pertanian, kehutanan, perkotaan.
Ø    bidang Pertanian
      Produksi makanan bergizi tinggi
      Mengedepankan siklus biologis di dalam sistem pertanianMenginteraksikan suatu kehidupan yang konstruktif dengan sistem dan siklus yang alami
      Memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang
      Membantu konservasi tanah dan air
      Menggunakan sumber daya lokal yang dapat diperbaharui yang dikelola dalam sistem pertanian
      Bekerja sejauh yang bisa dilakukan, dalam sistem tertutup yang menyediakan bahan organik dan unsur hara bagi tanaman
Ø    bidang kehutanan
      Memperbaiki klasifikasi lahan hutan melalui klasifikasi ulang beberapa daerah seperti hutan lindung
      Melakukan pengelolaan hutan secara berkelanjutan
      Mengadakan reboisasi
      Rehabilitasi lahan kritis
      Pengelolaan hutan berdasarkan penerapan sistem agroforestry
Ø    bidang perkotaan
      Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau kota merupakan bagian dari penataan ruang perkotaan yang berfungsi sebagai kawasan lindung. Kawasan hijau kota terdiri atas pertamanan kota, kawasan hijau hutan kota, kawasan hijau rekreasi kota, kawasan hijau kegiatan olahraga, kawasan hijau pekarangan.
      Hutan Kota (bentuk dan fungsi)
Hutan kota adalah ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan.
      Hutan Kota Pemukiman
      Hutan Kota Industri

Senin, 21 November 2011

KAJIAN ETNOFITOMEDIKA SUKU DAYAK KABURAI, KALIMANTAN


KAJIAN ETNOFITOMEDIKA SUKU DAYAK KABURAI
SEBAGAI UPAYA KONSERVASI DI TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA KALIMANTAN BARAT DAN TENGAH

Arga Pandiwijaya, Junef Murti Susantyo, Gita Oktarina Eka Putri, Anindya Gitta
Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Institut Pertanian Bogor
Pemanfaatan jenis tumbuhan obat oleh Suku Dayak Kaburai, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dapat dilihat dalam Tabel 1.

Tabel I. Jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat-obatan.
No
Nama Lokal
Nama Ilmiah
Habitus
Kegunaan
Status
Simplisia yang digunakan
Ditanam
Liar
1
Akar ampung

Pohon
Obat sakit kuning dengan cara direbus dan obat luka dengan cara daun ditumbuk dan ditempel pada luka.


Akar dan daun
2
Akar ilalang
Imperata cyllindrika
Herba
Obat luka.


Bunga muda
3
Akar kuning dan akar kalabibit

Semak
Obat asma dengan cara dicincang dan diminum airnya.


Akar
4
Akar lame
Alstonia scholaris
Pohon
Obat disentri, maag, dan sakit perit dengan cara akar direbus dan diminum, boleh diminum langsung.


Akar
5
Akar mahung (beleketebe)

Pohon
Obat syaraf dengan cara direbus.


Akar dan daun
6
Akar rigu ripuk

Pohon
Penawar bias ular dengan cara ditumbuk dan dioles-oleskan.


Akar
7
Akar-akar kayu

Pohon
Obat patah tulang dengan cara ditumbuk dan dioles-oleskan.


Akar
8
Asam belimbing

Pohon
Obat gatal-gatal akibat digigit nyamuk dengan cara digosok dan diminum air asam.


Akar
9
Asam limau

Pohon
Obat ketombe dengan cara dipotong-potong, digosok, dan dibiarkan 45 menit.


Akar
10
Batang kulit asam ampelam

Semak
Obat sakit gigi dengan cara direbus lalu dikumur-kumur.


Kayu
11
Caranggah

Pohon
Obat luka ringan dengan cara ditempel dan diikat lalu digosok-gosok.


Kayu
12
Daun gelinggang

Pohon
Obat kurap dan panu. Digunakan dengan cara ditumbuk dan dicampur minyak tanah, dibasahi kemudian digosok.

Daun
13
Daun kabli

-
Penawar bias ular, dengan cara ditumbuk lalu ditempelkan.

Daun
14
Daun kabu-kabu

-
Obat sakit kepala, dengan cara ditumbuk dan dioleskan pada bagian kepala yang sakit.

Daun
15
Gelagat (jambu hutan)

Pohon
Obat batuk dengan cara diremas.

Daun
16
Jahe hutan
Zingiber sp.
Herba
Obat sakit perut, obat lumpuh dan sebagai rasa dengan cara ditumbuk/digosok/ langsung dimakan.

Rimpang
17
Jawer kotok

Herba
Obat muntah darah.

Daun
18
Jelumpag

Herba
Obat sakit pinggang dengan cara diparut dan dibalurkan ke pinggang.

Daun
19
Jerangan

Pohon
Obat sakit perut, masuk angin dengan cara direbus dan diminum.

Kayu
20
Jerangau

Herba
Obat masuk angina, kolera dan muntaber dengan cara dimakan langsung.

Daun
21
Karamamuk (sembung/mambung)

-
Penurun demam, malaria tropika dan untuk mengencangkan perut ibu-ibu setelah melahirkan. Caranya terlebih dahulu direbus, setelah mendidih, orang yang sait dibungkus menggunakan tikar/selimut, lalu obat diaduk sampai menguap dan dihirup sehingga panas tubuh diserap selama 10 jam sampai mengeluarkan keringat.

Daun
22
Kayu iru

Pohon
Obat jika terkena bisa ular dengan cara ditawar dan diminum.

Akar dan Batang
23
Kayu kemau (Ki papatong)

Pohon
Untuk kebugaran pria dengan cara direbus

Akar
24
Kayu masam

Pohon
Obat pilek dengan cara direbus dan dirajang lalu diminum.

Kayu
25
Kayu sambelum

Pohon
Obat sakit kepala dan mengeluarkan panas tubuh denagn cara ditumbuk dan dioleskan pada kepala yang sakit. Digunakan juga sebagai penawar bisa ular, caranya ditumbuk lalu ditempelkan pada bekas gigitan.

Kayu
26
Kelapa
Cocos nucifera
Pohon
Obat penyakit ayan.

Buah
27
Kemunting (harendong gede)

Semak
Obat sakit perut.

Ranting muda
28
Kesupang  dan klepo

-
Obat untuk ibu-ibu yang baru melahirkan supaya rahim kembali kuat dengan cara direbus dan diminum.


Daun
29
Ketelek

-
Obat luka dengan cara dicincang dan ditempelkan sampai kering.


Daun
30
Kias

-
Obat memar dengan cara dicincang.

Kayu
31
Kumis kucing
Ortosiphon aristatua Miq.
Herba
Obat kencing manis, obat demam pada anak-anak dan bayi.


Akar
32
Kunyit

Herba
Obat masuk angin dengan cara diparut dan dibalurkan ke perut.


Umbi
33
Limau ngambun (sarang semut)

Herba
Obat berbagai macam penyakit dengan cara dikeringkan dahulu lalu direbus dan diminim.

Akar/sarang
34
Mabang

Semak
Obat demam, batuk dan sakit kepala dengan cara ditumbuk dan diperas kemudian diminum airnya.

Daun
35
Pakis

Semak
Obat bisul, penghilang  jerawat dan membersihkan bekas jerawat dengan cara ditumbuk lalu digosok pada saat mandi.

Daun
36
Pakis hati

Semak
Obat penyakit jantung, jerawat, bisul dengan cara ditumbuk dan ditempelkan.

Daun
37
Pengalip bukut

-
Setelah ibu melahirkan diberi minum kayu-kayu yang mengandung zat kelapa untuk membersihkan darah dengan cara daun dibuang dan batang direbus.

Batang
38
Pepaya
Carica papaya
Perdu
Obat sakit gigi dengan cara dimakan langsung.

Buah dan daun
39
Pinang tua

Pohon
Obat sakit kepala dengan cara ditumbuk dan dioleskan pada bagian kepala yang sakit.

Buah
40
Pucuk pepaya

Perdu
Obat demam dengan cara direbus dan diminum.

Pucuk
41
Rajah/klimah

Semak
Penawar bisa ular dengan cara ditumbuk lalu ditempelkan.

Daun
42
Rigu ripik

Semak
Obat sakit kepala dengan cara direbus dan diminum.

Akar/semak
43
Rumput belanda

Herba
Menghentikan pendarahan dengan cara ditumbuk lalu ditempelkan.

Daun
44
Rumput jepang (sisig)

Herba
Obat batuk dengan cara ditumbuk dan dimakan.

Daun
45
Rumput ngaminan (meniran)
Philiantus nyruri
Tumbuhan bawah
Obat demam dan sakit urat.

Daun
46
Romput prada (bandotan)
Ageratum conizoides
Herba
Obat demam

Daun, Batang, dan akar
47
Sengkuang

-
Obat sakit perut dengan cara direbus dan diminum airnya (kulit ari dibuang).

Daun
48
Sepang

Herba
Obat sakit maag dengan cara ditumbuk dan dimakan.

Daun
49
Serai

-
Obat keseleo atau terkilir dengan cara dihangatkan lalu ditempel.

Batang
50
Sirih
Piper nigrum
Tumbuhan bawah
Obat sakiy gigi, penghilang kuman-kuman dan kotoran gigi. Digunakan dengan cara dikunyah pada bagian gigi yang sakit.

Daun
51
Tabat barito
Ficus deltoid
Herba
Obat maag dengan cara diminum.

Akar
52
Tapang lalat (monyenyen)

Semak
Mengobati gatal kulit karena sengatan bulu ulat.

Daun
53
Ubi

Tumbuhan bawah
Obat keseleo atau terkilir dengan cara dihangatkan lalu ditempel.

Daun
54
Kunyit

Tumbuhan bawah
Obat keseleo atau terkilir dengan cara dihangatkan lalu ditempel.

Daun
55
Ulin, seluang, belong, akar kuring, belaban dan kecapuh

Pohon
Penguat stamina.

Akar
56
Ura dan gadung
Dioscorea sp
Semak
Obat gatal-gatal dengan cara ditumbuk dan diambil sarinya.

Buah


Tumbuhan yang diambil oleh Suku Dayak Kaburai paling banyak digunakan sebagai bahan obat-obatan. Hasil penelitian di lokasi yang bersangkutan diperoleh jumlah jenis tumbuhan yang digunakan sebagai tumbuhan obat sebanyak 56 spesies. Masing-masing  jenis tersebut diperoleh dari hutan maupun budi daya Suku Dayak Kaburai sendiri. Banyaknya tumbuhan yang digunakan sebagai tumbuhan obat menggambarkan bahwa masyarakat setempat sangat tergantung terhadap keberadaan hutan, hal ini juga diperkuat dengan hasil wawancara yang menyatakan bahwa 90% penduduk sekitar menggunakan tanaman obat. Beberapa faktor yang menyebabkan ketergantungan itu antara lain terbatasnya jumlah sarana pelayanan kesehatan dan jauhnya akses ke kota sehingga pengobatan yang sangat banyak dilakukan oleh masyarakat yaitu secara tradisional. Contohnya untuk penyakit asma masyarakat dayak tidak menggunakan obat-obatan modern tapi mereka menggunakan akar kuning dan akar kalabibit dengan cara dicincang kemudian direbus dan diminum airnya. Pengetahuan tradisional tersebut biasanya banyak diketahui oleh kepala desa atau orang yang lebih dituakan oleh masyarakat setempat atau bahkan dukun. Menurut Sosrokusumo (1989) bahwa pengobatan tradisional adalah semua upaya pengobatan dengan cara lain di luar ilmu kedokteran berdasarkan pengetahuan yag berakar pada tradisi tertentu baik baik dari Indonesia maupun di luar Indonesia.
untuk lebih jelas kunjungi :